Perluasan dan Pembangunan Masjid Nurul Jihad

<<< Show Posts >>>

Pembangunan Masjid Nurul Jihad

Firman Allah :
“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka   merakalah   orang-orang   yang   diharapkan   termasuk   golongan orang-orang yang mendapat petunjuk “ (QS. At-Taubah : 18).

Rosulullah SAW bersabda,
“Barang siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal ini di surga” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Jika  sesorang  meninggal  dunia,  maka  terputuslah  amalannya  kecuali tiga  perkara  (yaitu):  sedekah  jariyah,  ilmu  yang  bermanfaat,  dan  do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim)

 

Kami Panitia  Pembangunan Perluasan Masjid Nurul Jihad Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, siap menerima Infaq, Shodaqoh, Sumbangan dengan cara Setor tunai atau transfer ke rekening Panitia Pembangunan ke No.Rekening :
1. BCA (No. Rekening : 3150916134) An. Hasan Busri
2. BNI (No. Rekening : 0337353646) An. Hasan Busri
3. BRI (No. Rekening : 005101081088505) An. Hasan Busri

Dimohon jika sudah transfer konfirmasi kepada panitia :

  • Drs. Ahmad Anshory   (Ketua Panitia)         : 085 2591 59707
  • Dr. Hasan Busri, M.Pd (Ketua Ta’mir)         : 081 3333 55950
  • Iswanto, ST  (Bendahara )                            : 085 23491 7777

 

Halal Bihalal Warga RW XI RT 03

Ketika Hari Raya Idul Fitri tiba, salah satu tradisi masyarakat Indonesia yang selalu dilakukan adalah halal bihalal ke rumah sanak saudara dan kolega. Tradisi ini merupakan ajang silaturahmi untuk bermaaf-maafan serta berbagi cerita kepada para saudara setelah satu tahun kiranya tidak berjumpa.

Dengan pendekatan Qur’ani, maka yang dimaksudkan dengan halal bihalal adalah terbangunnya komitmen bersama untuk selalu melakukan yang baik dan bermafaat serta menyenangkan semua pihak.

Dengan demikian, ketiga pengertian yang dikandung dalam kata halal bihalal bisa digunakan untuk menjelaskan pesan yang dikandung oleh tradisi tersebut. Dalam konteks ini halal bihalal merupakan media yang paling efektif untuk merajut kembali hubungan yang membeku dengan cara saling memaafkan dan menyadari kekhilafan masing-masing.

Sangatlah tepat pada acara halal bihalal semua orang mengucapkan mohon maaf lahir batin. Bisa jadi setelah lahiriah semua orang bisa memaafkan namun secara batiniah tidak tertutup kemungkinan masih tersisa dendam, rasa sakit hati. Orang yang seperti ini biasanya secara lahir telah memaafkan dengan ditandai dengan berjabat tangan, namun secara batin belum memaafkan sepenuhnya.

Di dalam acara halal bihalal juga dibangun komitmen bersama untuk melepaskan diri dari segala perbuatan yang haram, untuk selanjutnya menanamkan niat untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Setelah menyadari hakikat halal bihalal yang penuh pesan-pesan moral sosial religius tersebut, maka selanjutnya halal bihalal bisa dimanfaatkan sebagai ajang komunikasi produktif antar berbagai komponen bangsa.

Suasana halal bihalal yang penuh dengan nuansa religius, kekeluargaan dan keterbukaan membuat semua orang yang hadir tidak memiliki beban psikologis tertentu. Pada saat itulah komunikasi sehat bisa terbangun dengan baik. Pada gilirannya muncul keinginan untuk saling membantu dan saling membesarkan.

Download Kegiatan Halal Bihalal 

Peringatan Nuzulul Qur’an Masjid Nurul Jihad

Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an Masjid Nurul Jihad mengadakan serangkaian kegiatan pada hari Sabtu 02 Juni 2018 diawali dengan Qotmil Quran selepas Sholat Subuh, Istiqhosah, Pengajian, Santuan hingga berbuka puasa bersama. Acara inti diawali dengan sambutan oleh Takmir Masjid Bapak Ustadz Hasan Busri yang sekaligus memberikan Kajian bagaimana kita harus bersabar dengan nikmat Allah dan bersyukur dengan Ujian yang diberikanNYa. Manusia seringkali lalai ketika diberikan nikmat. Dan kalau diberikan ujian kemudian mengeluh dan berputus asa padahal sesungguhnya sebab sifatNya yang Ar-Rahim itulah Allah turunkan ujian kepada hambanya.. Beliau juga mengajarkan bagaimana untuk tidak menanamkan rasa hasat, terlebih ketika melihat orang lain mendapatkan kenikmatan lebih. hati kita diuji dengan gejolak, mengeluh, ketika orang lain yang mendapatkan nikmat itu. Ah…… kenapa bukan saya yang mendapatkannya…. kalimat itu kadangkala keluar dari hati kita. Merasa Iri…. itulah buah dari hasad. Untuk itu mengapa kita harus berhati2 menjaga hati. Sesungguhnya ketika kita ikut senang dengan kesenangan atau rizki yang didapat orang lain, maka itulah salah satu bentuk Syukur, dan dengan syukur itulah Allah akan menambahkan nikmatNya

ditulis oleh FDN

Idul Adha

Idul Adha1110 Idul Adha atau yang sering kita kenal dengan Idul Kurban, mengingatkan kepada kita bagaimana proses perjuangan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as.

Nabi Ibrahim mendapatkan wahyu untuk menyembelih putranya sendiri, yang bernama Ismail as, putra yang ditunggu-tunggu selama bertahun-tahun.

Di sinilah nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara kecintaannya terhadap Allah ataukah terhadap buah hati yang yang sangat dinantikannya. Namun karena ketakwaan dan kecintaannya kepada sang Kholik melebihi segalanya, maka perintah tersebut beliau laksanakan juga. Meskipun pada akhirnya Nabi Ismail digantikan dengan seekor hewan kurban. Peristiwa di atas adalah menjadi titik awal dianjurkannya perintah untuk berkurban bagi umat Islam, terutama bagi orang yang mampu. Jadi dengan adanya perintah berkurban tersebut, kita sebagai umat muslim dituntut untuk tidak hanya melaksanakan ritual keagamaan semata, atau tidak hanya sekedar melaksanakan perintah Tuhan. Tapi kita juga diberi kesempatan untuk memanifestasikan rasa solidaritas kita kepada sesama.dengan membagi-bagikan daging kurban kepada fakir-miskin dan kaum duafa di sekitar tempat tinggal kita.

Masjid Nurul Jihad

Akhirnya kepada seluruh umat Muslim saya mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Adha”. Mari kita isi dengan saling berbagi, saling memberi, saling menyayangi.

ditulis oleh FDN

1. BCA Norek : 3150916134) 2. BNI Norek : 0337353646) 3. BRI Norek : 005101081088505) : An. Hasan Busri